Palembang Oh…Palembang
July 24, 2008
Kesempatan keluar Bontang??? Nggak lengkap rasanya jika tidak digunakan untuk jalan-jalan menikmati suasana kota dan kuliner setempat. Tak terkecuali di Palembang, itung itung masih sekali ini menginjakkan kaki di bumi empek-empek.
Sabtu 7 Juni 2008. Sampai di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sudah menjelang sore 15.00 kami serombongan langsung menuju hotel Aston Palembang.
Tak terasa sudah hampir jam 17.00, artinya harus menjemput istri yang berangkat dari Bontang belakangan. Perjalanan dari Aston ke bandara SMB II ditempuh dalam waktu 30 menit. Rasa capek seharian dalam perjalanan membuat perut lapar juga. Untung di belakan hotel ini ada mall Palembang Square. Enaknya lagi di PS terdapat juga Carefour, sehingga memudahkan kami jika memerlukan sesuatu.
Hari minggu pagi kami (saya+istri) memanfaatkan waktu untuk jalan jalan ke jembatan Ampera. Ternyata di kompleks tersebut tidak hanya ada jembatan Ampera saja, masih ada lagi pasar tradisional 16 hilir, museum, benteng Kuto Besak, dan masjid agung .
Sepulang dari jalan jalan pagi kami mampir ke kompleks Ramayana, yang dibelakangnya terdapat pusat oleh oleh/kerajinan khas Palembang.
Sorenya kami masih melanjutkan jalan-jalan ke pusat pamer Kedaung Group untuk menambah peralatan rumah yang belum ada.
Senin malam, karena masih terasa capek setelah seharian tadi benchmarking ke UP-3 Plaju kami memutuskan untuk makan malam di dekat hotel saja. Ternyata di dekat Aston terdapat pusat makanan lesehan yang harganya relatif murah.
Selasa malam kami menuju ke jembatan Ampera untuk kali kedua. Kata orang, jembatan Ampera itu terlihat indahnya pada malam hari. Ternyata betul juga.
Selanjutnya kami tidak menyia nyiakan kesempatan untuk makan malam di restoran terapung ‘Lagenda’ di atas sungai Musi. Untuk menuju rumah makan ini kita harus naik perahu dulu yang disediakan gratis oleh pengelola restoran. Mungkin inilah nilai lebih dari restoran ini: Pengalaman perahu di sungai Musi.
Rabu pagi, perjalan pulang menuju Bontang dengan membawa bawaan yang cukup berat. Tidak lupa bawa empek-empek khas Palembang.
Entry Filed under: Jalan Jalan. Tags: Palembang.
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1.
juwita | September 5, 2008 at 1:30 pm
hmm asyik,,,ya kayaknya cerita di palmbang…
hmm bapak dan kelg bukan or g palmbg ya???
kr2 menurut bapak slma tnggal diplng apa hal menarik yg ada di plng??
dan apa pula yg tidak bapak suka slma tinggal dsna???
bisa donk pak bisa sebutin.. kelebhan dan kekurangan kota palmbang menurut bapak , sebagai orng bukan wrga palmabng…
apa yg hrus ditmbh lg di kota yg tercinta itu..
ini semua tuk kebaikan PLG kepndnya…
sila krim blas ke email saya pak , jika bapak jaga tertarik untk memajukan palembnag , bumi sriwijaya,,,
tahnx alaot atas krjasamnya
slm untuk kelg,,bapak,,
smga bisa berkunjung lg ke palembang ,,, tercinta 2015….amin
C U there..
wassalamualaikum wr. wb
2.
en_me | November 19, 2008 at 9:14 am
me suka banget kambek photo blog palembang yg ini:
http://kotapalembang.blogspot.com/